Jumat, 22 Januari 2016

PIUTANG & UTANG

Ø  PIUTANG

Piutang adalah tagihan yang ditujukan baik itu kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas.

A.      Jenis-Jenis Piutang

a.      Piutang Dagang / Piutang Usaha
Piutang dagang terjadi karena adanya transaksi penjualan secara kredit kepada pihak lain/perusahaan lain.
b.      Piutang Wesel
Piutang Wesel merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitor (yang berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari.
Piutag Wesel bisa juga diartikan sebagai tagihan kepada pelanggan dari transaksi usaha yang dilengkapi dengan instrumen kredit berupa wesel, promes, ataupun aksep dan akan diterima dalam bentuk uang tunai di masa mendatang.
Piutang Wesel dapat dipindahtangankan dan ada yang tidak dapat dipindahtangankan. Jika wesel dapat dipindahtangankan artinya adalah yang membuat wesel akan membayar pada orang (badan) yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo.
Wesel yang dapat dipindahtangankan dapat didiskontokan ke bank sebelum jatuh temponya. Piutang Wesel biasanya timbul karena :
- Terjadinya transaksi penjualan secara kredit
- Pemberian pinjaman uang
- Perubahan piutang dagang menjadi piutang wesel.

c.       Piutang Lain – Lain
Piutang lain-lain meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha. Piutang lain-lain terdiri atas macam-macam tagihan yang tidak termasuk dalam piutang dagang maupun piutang wesel.

B.      Perbedaan Masing-masing Jenis Piutang

Piutang Dagang/Usaha
Piutang Wesel
Piutang lain-lain
Jangka waktu kurang dari 1 tahun
2/10, n/30
Jangka waktu bermacam-macam tetapi pada umumnya paling sedikit 60 hari
Jangka waktu lebih dari satu tahun atau termasuk dalam piutang jangka panjang.
Dimasukkan dalam aktiva lancar
Bagian yang jatuh temponya dalam waktu 1 tahun diperlakukan sebagai aktiva lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun piutang jangka panjang
Pada umumnya termasuk dalam piutang jangka panjang.
Berkaitan dengan operasi utama perusahaan sehingga harus dapat ditagih
Mensyaratkan adanya jaminan sehingga jika saat jatuh tempo tidak dapat melunasi maka jaminan tersebut dapat dijual
Tidak berkaitan dengan operasi sehari-hari dan biasanya dilaporkan dineraca sebagai kelompok aktiva tidak lancar.

Ø  UTANG

Utang adalah beban perusahaan atau individu yang timbul karena terjadinya transaksi atau pinjam meminjam uang kepada pihak lain.
1.   Utang Wesel
Perusahaan menandatangani promes (wesel) untuk menarik pinjaman jangka pendek dari bank. Berikut ini adalah jenis-Jenis Utang Wesel, yaitu
a.      Utang Wesel Berbunga
Untuk wesel yang berbunga, bank akan membayar sebesar nilai nominalnya.
b.      Utang Wesel Tak Berbunga
Untuk wesel tanpa bunga akan dibayar oleh bank sebesar nilai nominal ditambah dengan bunga.

Karakteristik Wesel

Wesel memiliki karakteristik yang mempengaruhi pencatatan dan pelaporan dalam laporan keuangan. Berikut ini akan dijelaskan karakteristik - karakteristik tersebut :
a)      Tanggal Jatuh Tempo
Tanggal jatuh tempo (due date atau maturity date) adalah tanggal suatu wesel harus dibayarkan. Dalam hal ini ada 2 keungkinan :
1.      Wesel Harian, wesel dinyatakan dalam hari maka tanngal jatuh temponya dinyatakan dalam jumlah harian setelah tanggal penerbitan.
2.      Wesel bulanan, wesel dinyatakan dalam bulan, maka tanggal jatuh temponya ditentukan dengan menghitung beberapa bulan ke depan dati tanggal penerbitan.
b)      Bunga
Wesel biasanya menetapkan julmah bunga yang akan dibayarkan untuk periode antara tanggal penerbit dan tanggal jatuh tepo. Suku bunga didasarkan atas :
                           Bunga (Diskonto) = Nilai Nominal x Suku Bunga x Waktu
 
 



c)      Pendiskontoan Wesel
Pemegang wesel dapat mendiskontokan wesel ke pihak lain sebelum tanggal jatuh tempo apabila ia membutuhkan uang dengan segera.
Pada pendiskontoan wesel, perusahaan menyerahkan wesel kepada bank, kemudian bank membayar kepada perusahaan dengan potongan (diskonto) tertentu.
Besarnya diskonto dihitung sebagai berikut :
Diskonto = Nilai jatuh tempo x % Diskonto x Periode pemegang wesel bagi pendiskonto

Ø Piutang Tak Tertagih
·        Penjualan secara kredit akan menimbulkan keuntungan sekaligus kerugian.
·     Kerugian yang dialami oleh perusahaan meningkat karena meningkatnya jumlah piutang yang tidak ditagih. Kerugian ini disebut beban piutang tak tertagih.
·        Pencatatan :
Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha             XX
Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha         XX

A.   Pengertian Piutang Tak Tertagih

Piutang Tak Tertagih yaitu klaim terhadap pihak tertentu atas uang, barang dan jasa yang tidak tertagih atau kerugian yang ditimbulkan atas penjualan secara kredit. Piutang tak tertagih adalah piutang pelanggan kepada perusahaan yang belum tentu bisa ditagih, antara lain karena pelanggan menghilangkan diri atau memang karena tidak mampu membayar.
Kerugian pendapatan yang memerlukan melalui jurnal pencatatan tepat pada akun, penuruan aktiva piutang usaha serta penurunan yang berkaitan dengan laba.

B.   Penghapusan Piutang
·      Apabila taksiran kerugian piutang benar-benar terjadi, maka piutang harus kita hapus.
·      Hanya pejabat berwenanglah yang boleh menyatakan hapusnya piutang.
·      Pencatatan penghapusan piutang:
Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha        XX
Piutang Usaha                                                                        XX

C.   Pencatatan kembali Piutang yang telah dihapus
·  Kadangkala perusahaan dapat menagih atau menerima kas dari pelanggan yang sudah dihapus.
·     Pencatatan penerimaan kas dari pelanggan yang sudah dihapus memerlukan dua buah jurnal, yaitu :
Piutangusaha                                                         xx
            Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha              xx

(mencatat timbulnya kembali piutang)
Kas                             xx
            Piutangusaha             xx

(mencatat penerimaan kas)
·         
     Bisa menggunakan jurnal sebagai berikut :
Kas                             xx
Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha              xx          

D.     Taksiran Kerugian Piutang
Terdapat dua dasar untuk menaksir jumlah kerugian piutang atau penurunan nilai piutang. Dua dasar tersebut adalah :
a.         Persentase dari penjualan satu periode (Pendekatan laba rugi)

b.         Persentase dari saldo piutang akhir periode (Pendekatan neraca)

Minggu, 27 Desember 2015

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

# Pengertian
Sebelum membahas definisi perkembangan dan perubahan organisasi, ada baiknya kita mengetahui arti dari perkembangan dan perubahan itu sendiri.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata berkembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang, menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkret. Secara singkat, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan secara singkat bahwa, Perkembangan dan Perubahan Organisasi adalah suatu proses atau tahapan meluasnya sebuah organisasi ke arah yang lebih baik.

A.   Faktor Faktor Perubahan Organisasi

Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.
Umumnya perubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
1.   Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber. Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota. Proses kerjasama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan.
Problem yang timbul dapat menyangkut masalah sistem kerjasamanya. Sistem kerjasama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. Sistem birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis juga merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Seperti problem antara atasan dan bawahan (biasanya menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi) dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat.
Contoh Faktor Internal :
a. Problem hubungan antar anggota ;        f. Perubahan tujuan organisasi ;
b. Problem dalam proses kerja sama ;        g. Perluasan wilayah operasi tujuan organisasi ;
c. Problem keuangan ;                                 h. Perubahan kebijakan lingkungan ;
d. Sikap dan perilaku dari anggota organisasi ;
e. Volume kegiatan yang semakin bertambah banyak.

2.   Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor eksternal adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi, dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, sistem penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Contoh faktor eksternal:
a. Politik ;                 c. Kebudayaan ;           e. SDA ;                        g. Sosiologi.
b. Hukum ;                d. Teknologi ;              f. Demografi ;

B.   Ciri Ciri Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·  Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
·   Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
·     Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
· Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
·  Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
·      Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
·  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi. Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

C.   Metode Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi adalah sekumpulan metode perubahan yang mencoba untuk meningkatkan efektivitas dari sebuah organisasi dan keberadaan karyawan. Pengembangan organisasi memberikan perhatian kepada nilai dari seorang manusia dan pengembangan secara organissi, kolaborasi dan proses yang partisipatif. Apa saja metode dalam pengembangan organisasi?
1.   Latihan Kepekaan/ Sensitivity Training
Latihan kepekaan ini merupakan metode awal dari perubahan prilaku, melalui interaksi kelompok yang tak terstruktur, dimana setiap anggota dalam kelompok diajak berkumpul bersama dalam suasana yang bebas dan terbuka dimana setiap partisipan mendiskusikan diri mereka sendiri dan proses interaksi mereka. Dengan latihan kepekaan ini mendorong setiap anggota memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain, meningkatkan empati kepada orang lain, meningkatkan listening skill atau keahlian dalam mendengarkan pendapat orang lain, meningkatkan keterbukaan dan toleransi kepada orang lain.

2.   Pendekatan Survey Umpan Balik/ Survey Feedback Approach
Alat yang dapat dipergunakan untuk menilai prilaku dari anggota sebuah organisasi dan mengindentifikasi jarak perbedaan diantara persepsi dari masing-masing anggota adalah dengan menggunakan survey feedback dimana setiap anggota dapat berpartisipasi didalamnya. Hasil dari survey ini kemudian ditabulasikan dan dianalisa. Pendekatan ini kemudian dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai perilaku karyawan untuk pengambilan keputusan. Namun bagaimana pun, kita mengatuhi bahwa setiap individu dipengaruhi oleh banyak faktor ketika mereka merespon survey tersebut. Hal inilah yang harus dimonitor oleh manajemen.

3.   Proses Konsultasi
Proses konsultsi adalah sebuah pertemuan antara sebuah konsultan dengan client untuk memahami proses pengembangan organisasi yang dilakukan dimana seseorang (karyawan) harus mengatasi dan mengindentifikasi hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Konsultan dan client ini bukan hanya berarti pihak ketiga, tetapi juga bisa jadi antara karyawan dengan atasan langsungnya. Proses konsultasi ini hampir mirip dengan latihan kepekaan, namun pada latihan kepekaan lebih menekankan kepada tugas, sedangkan proses konsultasi lebih kepada memberikan pemahaman. Dengan lebih paham, maka diharapkan tingkat penolakan akan lebih dapat berkurang.

4.   Membangun Tim
Setiap organisasi pada dasarnya sangat mengandalkan pada sekumpulan orang untuk dapat menyelesaikan tugas secara kelompok. Proses pembangunan ttim menggunakan interaksi yang sangat tinggi dalam aktivitas sebuah kelompok untuk meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan diantara sesama anggota tim, meningkatkan kemampuan untuk berkoordinasi dan meningkatkan performa tim. Jadi proses membangun tim ini dilakukan dengan meningkatkan interaksi diantara sesama anggotanya.

5.   Pengembangan Antar Kelompok
Salah satu area yang mendapatkan penekan yang penting dalam pengembangan organisasi adalah mencegah terjadi konflik yang disfungsional (konflik yang tidak produktif) yang terjadi diantara kelompok. Pengembangan antar kelompok atau intergroup development bertujuan untuk merubah prilaku, stereotype, dan perspesi tentang kelompok lain. Contoh misalkan unit bisnis menganggap (stereotype) unit financial sebagai sekumpulan orang-orang yang kaku, tidak memahami dinamika bisnis. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan hubungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

6.   Appreciative Inquiry
Appreciative inquiry bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas-kualitas yang unik dan kekuatan yang istimewa yang dimiliki oleh sebuah organisasi, yang kemudian dapat menjadi dasar untuk peningkatan performa atau kinerja. Metode ini sedikit berbeda dengan metode pengembangan organisasi yang lain karena appreciative inquiry tidaklah menekankan pada permasalahan-permasalahan yang terjadi, tetapi menekankan pada kesuksesan sebuah organisasi.


Sumber :
http://dhonynouvo.blogspot.co.id/2014/10/perkembangan-dan-perubahanorganisasi-di.html Diposkan oleh Dhony Setyawan pada tanggal 08 Oktober 2014 pukul 09.52
http://bondynamikaze.blogspot.co.id/2013/01/faktor-faktor-perubahan-organisasi.html Diposkan oleh Bondan Bagaskoro pada tanggal 15 Januari 2013.
Diposkan oleh Kanissa Putri pada tanggal 27 November 2013 pukul 2:34 AM.
https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2015/08/06/6-metode-pengembangan-organisasi/ Diposkan oleh Fakhrurroji Hasan pada tanggal 06 Agustus 2015.

Minggu, 29 November 2015

NERACA LAJUR PERUSAHAAN DAGANG



A.    Pengertian Neraca           

Neraca adalah daftar aktiva, kewajiban dan modal suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Dalam neraca ini meliputi :
1.   Aktiva lancar
            a.   Kas                                         e.  Persediaan
            b.   Surat-surat berharga              f.   Pembayaran dimuka
            c.    Piutang dagang                      g.  Investasi jangka panjang
            d.   Piutang wesel

2.   Aktiva tetap
            a.   Tanah                                     d.  Peralatan Mesin
            b.   Gedung                                  e.  Dan lain-lain
            c.    Kendaraan

3.   Kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka panjang ini adalah yang jatuh temponya lebih dari satu tahun maka di golongkan kedalam kewajiban jangka panjang.

4.   Modal
Modal merupakan hak pemilik atas kekayaan perusahaan. Kekayaan perusahaan dalam neraca di catat sebagai aktiva.

B.     Pengertian Neraca Lajur

Neraca lajur adalah kertas berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja dalam penyesuaian laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur dapat mengurangi kesalahan terlupakannya salah satu ayat penyesuaian yang harus dilakukan.
Disamping itu, neraca lajur juga dapat digunakan untuk memeriksa ketetapan perhitungan yang dilakukan dan memungkinkan penyusunan secara logis yaitu :
a.      Tiga baris pertama nama perusahaan
b.      Nama kertas kerja
c.       Jangka waktu yang di cakup

C.     Tujuan Pembuatan Neraca Lajur 

Tujuan dibuatnya Neraca Lajur, yaitu :
1.    Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan ;
2.  Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal ;
3.  Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

D.    Bentuk Neraca Lajur

Bentuk neraca lajur terdiri dari kolom untuk nomor dan nama akun serta lima pasang debit dan kredit adalah sebagai berikut:
1.   Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar saldo akun-akun yang ada dalam buku besar perusahaan suatu saat tertentu angka-angka yang terdapat dalam neraca saldo itu di ambil dari saldo-saldo akun yang ada di buku besar. perbedaan dengan neraca saldo terdahulu adalah bahwa akun yang dipakai dalam neraca saldo sekarang ini jauh lebih banyak disamping itu,dalm contoh ini bentuk badan usaha yang di gunakan adalah perseroan terbatas.
Akun-akun modal dalam sebuah perseroan terbatas terdiri dari :
     a.  Modal di setor digunakan untuk mencatat saham-saham yang telah diambil (dibeli) oleh pemilik dan setor penuh ke dalam perusahaan ;
          b. Akun laba ditahan digunakan untuk mencatat akumulasi laba bersih yang ditahan dalam perusahaan ;
          c.   Deviden adalah pembagian laba kepada pemilik dalam sebuah perseroan terbatas.

2.   Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah adalah ayat jurnal yang biasanya dibuat pada akhir suatu priode akuntansi untuk mengoreksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal.
Ada dua jurnal penyesuaian, yaitu :
           a.   Jurnal penyesuaian untuk transaksi yang belum di catat ;
       b. Jurnal penyesuaian untuk mengoreksi saldo akun yang sudah tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.

Jurnal penyesuaian dapat digolongkan sebagai berikut :
   1. Jurnal penyesuaian yang mempengaruhi beban dan utang. Jurnal penyesuaian ini perlu di buat karena adanya beban yang telah terjadi, tetapi belum di catat. Beban-beban semacam ini di sebut beban masih harus di bayar.
   2. Jurnal penyesuaian yang mempengaruhi beban dan aktiva. Jurnal ini perlu di buat karena saldo akun yang sudah tidak mencerminkan keadaan beban dan aktiva yang sebenarnya.
  3. Jurnal penyesuaian yang mempengaruhi akun pendapatan dan utang. Jurnal penyesuaian ini berhubungan dengan pendapatan yang dihasilkan tetapi belum di catat. Kadang-kadang pendapatan ini disebut pendapatan yang harus diterima.
  4. Jurnal penyesuaian yang mempengaruhi akun pendapatan dan utang. Jurnal penyesuaian ini berhubungan dengan saldo akun pendapatan atau utang yang sudah tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.

Dalam perusahaan dagang, jurnal penyesuaian yang dilakukan pada akhir tahun adalah :
        a.      Pemakaian beban dibayar di muka ,yang meliputi :
-       Perlengkapan
-       Asuransi dibayar dimuka
        b.      Pemakaian aktiva tetap
        c.       Pengakuan beban terutang, yang meliputi :
-       Utang gaji
-       Utang bunga
        d.      Koreksi persediaan

3.   Neraca Saldo Disesuaikan
Neraca saldo disesuaikan adalah neraca saldo yang telah disesuaikan dengan jurnal penyesuaian. Dalam neraca saldo di sesuiakan setiap saldo akun yang ada di kolom neraca di tambah atau dikurangi dengan jurnal penyesuaian yang ada sehingga diperoleh saldo yang telah disesuaiakan dalam kolom neraca saldo disesuaikan saldo-saldo dalam kolom ini kemudian dipindahkan ke kolom neraca atau laporan laba rugi pemindahan saldo-saldo akun tersebut ke halaman neraca/laporan laba rugi tergantung pada jenis akun yang bersangkutan.

4.   Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah ikhtisar pendapatan dan laba suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu. Laporan laba rugi menujukan hasil usaha suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam laporan laba rugi ini terdafat sub-sub di antaranya seperti :
      1.      Penjualan bersih
Rumus : Pendapatan – jumlah penjualan bruto dan penjualan retur dan ph.
      2.      Harga pokok penjualan
Rumus : persediaan barang dagang awal + pembelian bersih = persedian tersedia terjual – persediaan barang dagang akhir = HPP.
      3.      Laba bruto
rumus : penjualan bersih – HPP = laba bruto.
      4.      Beban usaha
rumus : semua beban di jumlahkan.
      5.      Laba usaha
rumus : laba bruto – total beban usaha.
      6.      Pendapatan
rumus : pendapatan sewa - beban bunga - kerugian penjualan aktiva tetap = total pendapatan.
      7.      Laba bersih
rumus : laba usaha – total pendapatan

E.     Proses Penyusunan Neraca Lajur

Ada beberapa proses dalam penyusunan neraca lajur, yaitu :
1.    Masukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur ;
2.      Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian ;
3.      Mengisi kolom neraca saldo setelah disesuaikan ;
4.  Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom rugi-laba atau kolom neraca ;
5.   Menjumlahkan kolom rugi laba dan kolom neraca, memasukkan angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan menjumlahkan kembali kolom-kolom tersebut.